Pencapaian Setelah Satu Tahun: Rutin Jalan Kaki, Investasi Murah di Usia 40-an

Maret 2025 menjadi titik yang tidak aku rencanakan secara serius, tapi justru bertahan paling lama. Hari pertama aku mulai jalan kaki lagi, tubuh langsung “protes”. Pegel di beberapa bagian, napas terasa ngos-ngosan bahkan untuk ritme yang dulu terasa biasa. Di usia yang menginjak 47 tahun, tubuh memang sudah tidak seringan usia 20–30-an. Tapi anehnya, sejak … Read more

Mata Lebah: Catatan Kelas Optimasi SEO

Di sebuah kelas optimasi SEO, ada satu istilah yang menarik perhatian saya: “mata lebah.” Lebah memiliki mata yang mampu melihat banyak arah sekaligus. Ia terus bergerak dari bunga ke bunga, mengumpulkan nektar sedikit demi sedikit. Dari proses kecil yang berulang itulah akhirnya terbentuk madu. Dalam dunia digital, terutama SEO dan pemasaran online, prinsipnya ternyata mirip. … Read more

Menghitung Nilai Koneksi Sholat: Gagasan Spiritual, Matematis dan Fisika Kuantum.

Sholat adalah ibadah utama dalam Islam. Ia bukan hanya rutinitas lima waktu, tapi sebuah koneksi spiritual yang hidup—menghubungkan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, bahkan dengan malaikat. Pernahkah kita mencoba membayangkan berapa besar dampak dan nilai sholat kita jika diukur bukan hanya dari sisi individu, tetapi dari sisi konektivitas universalnya?. Mari kita coba memandang sholat dari … Read more

Ngopi di Depo: Antar Paket, Literasi, dan Kun Fayakun

Senin sore menjelang magrib. Aktivitas hari ini terasa padat merayap—sejalan dengan lengsernya mentari.  Di tengah rutinitas mempersiapkan dan mengantarkan paket, aku sempat mengecek agenda yang sebelumnya sempat kuposting di grup Pas-Orhiba. Rupanya ada agenda asik —ngobrol santai bersama penggiat literasi. Tapi ya, begitulah… rutinitas kadang membuat dihadapkan pada tenggat waktu. Hingga akhirnya sekitar pukul lima … Read more

Menyentuh Realita, Menyelami Kebenaran: Antara Indra, Pikiran, dan Kesadaran

Oleh: Onie Surya Apa itu kebenaran? Dalam keseharian, kita cenderung menyebut sesuatu sebagai “benar” jika telah dapat ditangkap oleh salah satu dari pancaindra: dapat dilihat, didengar, disentuh, dicium, atau dirasa. Realita menjadi nyata karena ia hadir dan dapat diverifikasi melalui indera kita. Misalnya, seseorang berkata bahwa bunga mawar itu harum. Maka untuk menyepakatinya sebagai kebenaran, … Read more